Berkunjung Sejenak

August 13th, 2010 § 8

Lama tak kukunjungi belahan hatiku ini. Sepi, hanya ada beberapa baris kata2 yang menghiasinya. Hening, tanpa suara. Terhenyak aku melihatnya. Menatap nanar dinding-dindingnya, hanya ada banyangan semu. Iya dinding-dinding itu yang mengingatkanku kepadamu, tidak untuk kembali. Tidak, aku hanya ingin berkunjung sejenak. Hanya ingin datang untuk menyapamu. Kemudian mengenangmu, mengenang masa-masa indah itu.

Rindu ku akan gelak tawamu yang riuh, lepas tanpa beban. Ingin ku melihat bias sinar matamu, dan membelai lembut rambut hitam sebahu mu itu. Menggenggam jemarimu, membuatku merasa hangat. Seolah kau selalu mengalirkan energi positifmu. Lagi, bagai ekstasi yang merongrong jiwa, rasa ini tak ingin pergi, dan ingin ku ulang kembali. Tapi aku ingin ganti lakon, ganti peran. Dan itu jelas bukan kamu, bukan, bukan kamu. :)

baca lanjutannya yuukkk..!!

SENSITIF

April 16th, 2010 § 14

Iya, akhir-akhir ini saya sedang dilanda perasaan sensitif. Hemm. Bukan, saya tidak mungkin kedatangan tamu bulanan, tapi memang saya akhir-akhir ini sedang sensitif saja. Tanya kenapa? Nanti saya cerita. :D

Gak pake nanti dah, sekarang aja ceritanya. Jadi begini ceritanya, kapan hari itu saya diingetin temen. Ngingetinnya seh tentang agama-agama gitu lah. Iya saya tau kalau itu memang baik, baik untuk saya, baik juga untuk dia karna telah mengingatkan saya, pahala lah istilahnya in my faith. Nah tapi kok saya agak terganggu dengan kata-katanya dia ya. Bukan, bukan tentang apa yang dingetin itu, cuma tentang peringatan yang cenderung memaksa. See? Iya saya merasa dia menjadi memaksakan kehendaknya. Walaupun saya rasa dia memang benar, tapi saya memang belum nyaman untuk melakukan itu.

Nah, pada dasarnya memang saya bukan tipe orang yang gampang nerima pendapat orang. Saya harus menelaah dulu donk, walaupun kadang saya tau dia benar dan pendapat itu saya terima, tapi belum tentu saya lakukan didepan orang yang mengingatkan. Ini demi bathin saya juga, saya memang terlahir dengan gengsi yang tinggi. Ya, saya tau ini salah, tapi suatu saat pasti akan hilang sendiri, baik itu dengan sendirinya, ataupun saya yg menghilangkan hal itu karena memang saya sudah terganggu dengan hal itu. Masih banyak hal yang bisa dilakukan untuk menata kembali hidup saya daripada mereduce gengsi itu sendiri.

ayo dibaca lanjutannya biar gak penasaran :D

Kegagalan

April 9th, 2010 § 11

Ya, saya takut sekali dengan kata gagal. Gak tau kenapa, hanya miris ketika mendengar kata itu, apalagi ketika saya mendapat kegagalan itu sendiri.

Saya tau hidup itu bagaikan roda, kadang di atas, kadang di bawah. Saya juga tau dan sadar bahwa Sang Maha Pencipta pun sayang terhadap semua umatnya, Dia pasti memberikan segala yang terbaik bagi umatnya. Tapi salahkah saya kalau saya takut gagal?

Sampai saat ini saya selalu bisa meraih apa yang saya inginkan, tentunya atas bantuan-Nya. Dan ini bukan berarti saya tidak pernah mengalami kegagalan barang sekali saja. Ya, saya beberapa kali gagal, tapi itu dalam hal kecil yang tidak berpengaruh besar dalam hidup saya.

read more

totally desperate

March 6th, 2010 § 18

suicide

Bingung mau mulai cerita ini dari mana. Yang jelas aku sedang kacau. I’m a sinner. Pendosa besar. Terkadang kita tahu dan sadar kadang apa yang telah kita lakukan itu melebihi batas. Tapi itu semua pasti akan terlupakan oleh beberapa alasan tertentu. Dan aku pun melakukannya. Maafkan aku ya Allah.

Iya dan aku melakukannya dengan kesadaran. Sadar akan kesalahan itu, sadar akan konsekuensi apa yang akan aku terima nantinya, sadar dengan segenap jiwa  dan raga.

Aku memulai hubungan ini sudah beberapa bulan. Hubungan yang mungkin sangat complicated yang gak bakal ada di dalam kamus besar bahasa indonesia.

baca lanjutannya disini

Forgive and Forgiveness

February 10th, 2010 § 19

shake-at-hichristina

Well, kemaren waktu nganterin adek ke malang buat periksa gigi, si mama ikutan juga. Di perjalanan kita sempet ngobrol ngalur-ngidul, sampe akhirnya bahas masalah seseorang yang gampang banget punya temen deket, tapi ujung-ujungnya tengkar juga. Seperti kesamber petir, soalnya aku juga tipe orang yang kayak gitu. Sering banget gak cocok sama orang. Sering banget cek cok sama orang. Belum lagi kalu tengkar sampe menjamur masalahnya, tapi dongkolnya masih aja ada. :D

Aku gak tau aku ngewarisi sifat sapa, tapi katanya mama, papa itu gitu banget. Haiah, papa itu mbok ya ninggalin warisan kek, ini warisan gak ada, yang ada cuma ninggalin penyakit badan dan penyakit hati. Hufh. Tapi gak bisa nyalahin papa juga seh, soalnya kalu penyakit hati itu bisa dibuat. Ya emang dasarnya aku nya aja yang gak mau ngilangin penyakit ini.

mau tau apa lagi yang terjadi sama kacrut?? silahkan dibaca lanjutannya :D

Where Am I?

You are currently browsing the Curhat category at di-KACRUT-in.