Lama tak kukunjungi belahan hatiku ini. Sepi, hanya ada beberapa baris kata2 yang menghiasinya. Hening, tanpa suara. Terhenyak aku melihatnya. Menatap nanar dinding-dindingnya, hanya ada banyangan semu. Iya dinding-dinding itu yang mengingatkanku kepadamu, tidak untuk kembali. Tidak, aku hanya ingin berkunjung sejenak. Hanya ingin datang untuk menyapamu. Kemudian mengenangmu, mengenang masa-masa indah itu.
Rindu ku akan gelak tawamu yang riuh, lepas tanpa beban. Ingin ku melihat bias sinar matamu, dan membelai lembut rambut hitam sebahu mu itu. Menggenggam jemarimu, membuatku merasa hangat. Seolah kau selalu mengalirkan energi positifmu. Lagi, bagai ekstasi yang merongrong jiwa, rasa ini tak ingin pergi, dan ingin ku ulang kembali. Tapi aku ingin ganti lakon, ganti peran. Dan itu jelas bukan kamu, bukan, bukan kamu.






